Makan Cantik

Saffron adalah rempah dari bunga Crocus sativus, yang merupakan sepupu dari bunga bakung. Safron berasal dari kepala putik di dalam bunga Crocus sativus.

Harga saffron sangat mahal karena sulitnya memanennya. Petani harus memanen benang halus dari setiap bunga dengan tangan.

1. Kaya akan antioksidan

Antioksidan dalam saffron dapat membantu melawan stres oksidatif dan radikal bebas dalam tubuh.

Karena stres oksidatif dan radikal bebas berperan dalam perkembangan banyak kondisi kesehatan, termasuk kanker dan penyakit jantung.

2. Mengatasi Gejala Alzheimer

Antioksidan dalam saffron dapat berperan dalam melindungi tubuh dari gangguan yang memengaruhi sistem saraf.

Penelitian dari 2015 mencatat bahwa senyawa dalam saffron, seperti crocin, tampaknya mengurangi peradangan dan kerusakan oksidatif di otak.

Sebuah studi di jurnal Antioxidants mencatat bahwa saffron secara teoritis dapat membantu mengatasi gejala Alzheimer. Hal ini karena sifatnya yang meningkatkan memori dan efek antioksidan dan anti-inflamasi.

Orang dengan Alzheimer ringan hingga sedang yang mengonsumsi saffron selama 22 minggu mengalami peningkatan kognitif.


3. Meningkatkan Mood

Manfaat saffron berikutnya yakni dapat membantu meningkatkan mood. Sebuah studi di Journal of Behavioral and Brain Science menemukan bahwa ekstrak saffron meningkatkan kadar dopamin di otak tanpa mengubah kadar hormon otak lainnya, seperti serotonin.

Penelitian lain menunjukkan bahwa mengonsumsi 30 miligram (mg) saffron setiap hari dapat menyebabkan efek yang serupa dengan obat depresi ringan hingga sedang, seperti imipramine dan fluoxetine.

4. Meningkatkan Libido

Saffron juga dapat meningkatkan libido dan fungsi seksual pada pria dan wanita.

Para peneliti meninjau efek saffron pada masalah kesuburan pria dan mencatat bahwa meski memiliki efek positif pada disfungsi ereksi dan dorongan seks secara keseluruhan, itu tidak mengubah kelangsungan hidup air mani.

Sebuah studi yang lebih lama dari tahun 2012 mengamati efek pada wanita yang dilaporkan mengalami disfungsi seksual karena mengonsumsi antidepresan fluoxetine.

Wanita yang mengonsumsi 30 mg saffron setiap hari selama 4 minggu mengalami peningkatan hasrat seksual dan lubrikasi vagina dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi plasebo.

In this Tuesday, Nov. 5, 2019 photo, villagers collect Saffron flowers at dawn during harvest season in Askaoun, a small village near Taliouine, in Morocco's Middle Atlas Mountains. The saffron plants bloom for only two weeks a year and the flowers, each containing three crimson stigmas, become useless if they blossom, putting pressure on the women to work quickly and steadily. (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)In this Tuesday, Nov. 5, 2019 photo, villagers collect Saffron flowers at dawn during harvest season in Askaoun, a small village near Taliouine, in Morocco’s Middle Atlas Mountains. The saffron plants bloom for only two weeks a year and the flowers, each containing three crimson stigmas, become useless if they blossom, putting pressure on the women to work quickly and steadily. (AP Photo/Mosa’ab Elshamy) Foto: AP Photo

5. Mengurangi Gejala PMS

Saffron juga dapat bertindak untuk mengurangi gejala sindrom pramenstruasi (PMS).

Para penulis ulasan tahun 2015 melihat penelitian tentang saffron dan gejala PMS. Wanita berusia antara 20 dan 45 tahun yang mengonsumsi 30 mg saffron setiap hari memiliki gejala yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang mengonsumsi plasebo.

Selain itu, wanita yang hanya mencium saffron selama 20 menit memiliki kadar hormon stres kortisol yang lebih rendah dalam sistem mereka, yang juga dapat berkontribusi pada penurunan gejala PMS.

6. Cocok untuk yang Sedang Diet

Dilansir healthline, ada beberapa bukti yang menunjukkan saffron cocok bagi orang yang sedang diet. Saffron bermanfaat dapat membantu menurunkan berat badan dan mengurangi nafsu makan.

Sebuah studi di Journal of Cardiovascular and Thoracic Research menemukan bahwa mengonsumsi ekstrak saffron membantu orang dengan penyakit arteri koroner mengurangi indeks massa tubuh (BMI), massa lemak total, dan lingkar pinggang.

Orang yang mengonsumsi suplemen juga mengalami penurunan nafsu makan dibandingkan dengan kelompok plasebo.

Dilansir healthline, saffron juga disebut-sebut merupakan rempah yang berharga dalam industri kosmetik. Banyak orang mengklaim bahwa saffron dapat meredakan masalah kulit yang umum, termasuk peradangan dan jerawat.

Secara teoritis, sifat anti-inflamasi dan penyembuhan luka dapat membantu mengobati jerawat. Namun tidak ada penelitian yang membuktikan manfaat saffron untuk jerawat ini.

Sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa saffron memiliki sifat antibakteri, tetapi ini melibatkan bakteri bawaan makanan, bukan yang menyebabkan jerawat. Diperlukan penelitian yang lebih spesifik sebelum saffron dapat dianggap sebagai pengobatan jerawat.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *